Kamis, 18 Januari 2018

BAR SERVICE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
            Kemampuan social adalah kemampuan individu dalam bekerjasama, membangun interaksi social dengan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan pengetahuan tentang dirinya dan terampil serta mampu berkomunikasi secara baik dengan rasa empati. Mereka yang kompeten secara social mampu untuk memanfaatkan sumber lingkungan berupa bakat dan hasil belajar dalam bentuk adaptasi seperti memahami dan menghadapi situasi social secara tepat yantg dimanifestasikan dalam bentuk perilaku yang tepat dan akurat.
            Kemampuan social sebagai kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat itu , dimana keterampilan itu merupakan perilaku yang dipelajari. Matson mengatakan bahwa kemampuan social membantu seseorang untuk dapat menyesuaikan diri dengan standar harapan masyarakat dalam norma-norma yang berlaku disekelilingnya. Kemampuan-kemampuan tersebut  meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang atau kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku.
            Pelayanan dibar jelas sangat ditentukan oleh Barman, baik Bartender, Bar Boy, maupun Bar Waiter, tak terkecuali Bar Manager dan Asistant Bar manager. Mereka berperan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan di Bar sehingga harus memiliki kemampuan social untuk menciptakan kepuasan pelanggan.
            Banyak bar yang menyelenggarakan latihan sendiri untuk mendapatkan seorang barman yang baik. sesudah menjalani latihan beberapa minggu kemudian akan diangkat menjadi Asistant Barman. Untuk meningkatkan keahliannya adalah dengan memberikan tanaggungjawab yang lebih didasarkan atas kemampuannya. Bila sudah memungkinkan,
            Untuk meningkatkan penjualan minuman, terutama minuman beralkohol peran seorang bartender sangat penting. Bartender merupakan ujung tombak kesuksesan penjualan minuman. Banyak sedikitnya pelanggan bar yang datang, banyak sedikitnya penjualan-penjualan dan keuntungan sangat tergantung pada keluwesan, keramahan, ketangkasan, dann kreatifitas bartender.

           

1.2.      Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan kemampuan social ?
2.      Kemampuan social apa yang harus dimiliki staff bar beserta faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan  ?
3.      Apa hubungan kemampuan social dengan kepuasan pelanggan ?
1.3.      Tujuan
            Tujuan dari penulisan karya tulis akhir ini adalah untuk mengetahui hubungan  kemampuan social dalam menciptakan kepuasan pelanggan dalam industri jasa.


















BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1.      Definisi Kemampuan Sosial dan Fungsinya
            Kemampuan social terdiri dari kata kemampuan dan social. Umumnya kemampuan social dalam kamus besar bahasa indonesia sering artinya disamakan dengan kata kemampuan, kecakapan, dan keahlian. Setiap orang cenderung menyukai orang-orang yang memiliki kemampuan yang lebih dari yang lainnya dan setiap orang tentu berbeda kecenderungannya untuk menyukai kemampuan orang lain. Kondisi ini disesuaikan dengan tingkat kedekatan dan jenis hubungan antar individu.
            Kemampuan social adalah kemampuan individu dalam bekerjasama, membangun interaksi social dengan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan pengetahuan tentang dirinya dan terampil serta mampu berkomunikasi secara baik dengan rasa empati. Mereka yang kompeten secara social mampu untuk memanfaatkan sumber lingkungan berupa bakat dan hasil belajar dalam bentuk adaptasi seperti memahami dan menghadapi situasi social secara tepat yantg dimanifestasikan dalam bentuk perilaku yang tepat dan akurat.
            Kemampuan social sebagai kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat itu , dimana keterampilan itu merupakan perilaku yang dipelajari. Matson mengatakan bahwa kemampuan social membantu seseorang untuk dapat menyesuaikan diri dengan standar harapan masyarakat dalam norma-norma yang berlaku disekelilingnya. Kemampuan-kemampuan tersebut  meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang atau kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku.

2.2       Kemampuan Sosial Staff Bar
            Pelayanan dibar jelas sangat ditentukan oleh Barman, baik Bartender, Bar Boy, maupun Bar Waiter, tak terkecuali Bar Manager dan Asistant Bar manager. Mereka berperan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan di Bar.
            Banyak bar yang menyelenggarakan latihan sendiri untuk mendapatkan seorang barman yang baik. sesudah menjalani latihan beberapa minggu kemudian akan diangkat menjadi Asistant Barman. Untuk meningkatkan keahliannya adalah dengan memberikan tanaggungjawab yang lebih didasarkan atas kemampuannya. Bila sudah memungkinkan,
            Untuk meningkatkan penjualan minuman, terutama minuman beralkohol peran seorang bartender sangat penting. Bartender merupakan ujung tombak kesuksesan penjualan minuman. Banyak sedikitnya pelanggan bar yang datang, banyak sedikitnya penjualan-penjualan dan keuntungan sangat tergantung pada keluwesan, keramahan, ketangkasan, dann kreatifitas bartender.
            Pekerjaan seorang Bartender/Barman tidak ada bedanya dengan pedagang eceran yang lain. Hanya saja barang yang dijual mempunyai sifat khusus, ia harus lebih berhati-hati agar dapat memuaskan pelanggan. Seorang Barman, sehabis dinas malam, pada hari berikutnya ia akan mendapat giliran dinas siang. Untuk itu ia harus mempunyai waktu istirahat yang cukup agar senantiasa dapat melakukan tugas dengan baik.
            Senyum manis yang tulus seorang Bartender/Barman merupakan pendukung penjualan yang paling baik. oleh karna itu menjaga kebersihan mulut dan gigi sangat penting sekali sebagaimana halnya menjaga kebersihan badan. Rambut harus sering disisir dan disampo bersih, dipotong setiap dua minggu sekali (tidak boleh gondrong). Barman harus memakai parfum dengan bau yang tidak terlalu menyengat. Ia tidak boleh memelihara kumis dan jenggot. Kuku jari tangan harus dipotong pendek, rapi dan bersih.
            Baju seragam yang dikenakan barman harus senantiasa bersih, bebas keringa mapun flek-flek kotoran, tidak boleh kusut atau kummel. Baju berwarna tidak boleh dipakai, kecuali kalau memang seragam dinasnya demikian. Kaos dalam harus sering diganti. Perhiasan tidak boleh dipakai selama dinas. Menjaga kesehatan kaki bagi seorang barman atau bartender adalah penting sekali. Ia tidak dapat menunjukan dirinya bersih pada tamu bila kakinya capai dan sakit. Kebersihan kaos kakipun harus senantiasa terjaga karena hanya dengan kaos kaki yang bersih seorang barman dapat terbebas dari kelelahan  dan penyakit.
            Sepatu denagn  tumit rendah/datar pun dapat membuat barman atau bartender tidak cepat letih karena hilir mudik kesana kemari. Alas kaki yang terbuat dari karet juga akan dapat mengurangi ketegangan
            Syarat-syarat lain seorang Barman :
·         Berpenampilan rapi, necis, bersih, ramah dan sopan
·         Cekatan, gembira, selalu ada kesediaan untuk melayani para tamu
·         Bersikap jujur, dapat dipercaya, tidak suka minum-minum
·         Lancer berbahasa asing terutama bahasa inggris, agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan para tamu asing
·         Berpengatahuan luas, terutama yang berkaitan dengan bidangnya
·         Mampu menciptakan, membuat berbagai minuman campuran dengan baik

           
2.3.      Faktor yang Berpengaruh dalam Kepuasan Pelanggan

            Adapun beberapa petunjuk penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang yang bekerja di bar, yaitu sebagai berikut:

1.      Adab sopan santun atau tata karma Barman akan mempengaruhi penjualan minuman. Sesudah menyajikan minuman kepada seseorang kembalilah kebelakang tamu atau agak menjauh, jangan sekali-kali mencoba untuk mendengarkan pembicaraan atau ikut campur dalam pembicaraan tamu.
2.      Ciptakan sebuah kenangan manis dan selera minum para tamu dengan wajah ceria. Sambutlah dengan kesungguhan hati waktu mereka datang.
3.      Tangani keluhan tamu dengan ramah dan sopan. Di dalam sebuah bar, tamu selalu benar kecuali dia mabuk. Bila keluhanya mengenai minuman, bereskan segera atau buatkan minuman yang lain. Ingat bahwa sebuah bar akan cepat menanjak reputasinya karena minuman yang bagus serta pelayanan yang sopan dan ramah. Namun demikian reputasi itu juga dapat dengan cepat menurun bila yang terjadi adalah yang sebaliknya.
4.      Jangan pernah membuat tamu merasa tergesa-gesa, atau anda memperlihatkan sikap tidak sabar. Jangan menunjukan sikap bahwa anda menganggap seorang tamu telah minum terlalu banyak atau terlalu sedikit.
5.      Bila anda harus membalas telepon di bar, lakukan sepelan mungkin agar tidak mengganggu para tamu. Bila telepon tadi untuk salah seorang tamu, jangan pernah katakana bahwa “ia” ada disini, namun katakanlah bahwa anda akan menanyakanya lebih dahulu, setelah itu tanyakan apakah tamu tadi mau menjawab telepon tersebut atau tidak.
6.      Barman hendaknya dapat berkawan dan bekerjasama yang baik dengan sesama karyawan.
7.      Anda bukan seorang Barman yang baik bila belum dapat mengisi 4 ( empat ) gelas minuman dengan ukuran yang tepat / pas ¼ inchi dari bibir gelas, dan tidak ada setetespun minuman yang tersisa dalam "mixing glass", atau "shaker". Kalau anda belum dapat mengerjakannya, perbanyak latihan hingga Anda dapat melakukannya. Yakinkan bahwa Anda tahu bagaimana standard membuat atau mencampur cocktail dengan tanpa melihat buku resep.
Dengan sedikit akal untuk membantu waktu masih permulaan membuat atau untuk membantu waktu masih permulaan membuat atau mencampur cocktail,yakni dengan cara "menggores" sedikit permukaan "mixing glass" bagian luar untuk menandai ukuran : 1 gelas cocktail Martini, dua gelas, tiga gelas, dan seterusnya. Tanda atau goresan tadi tidak terlihat oleh tamu. Hal itu merupakan cara yang sederhana untuk mengukur bahan – bahan bila Anda menuangkan kedalam "mixing glass" sebelum diberi es batu.
8. Apabila minuman dipesan, pertama kali letakkan gelas yang diperlukan diatas counter bar. Apabila lebih dari satu gelas yang dipesan ( untuk minuman yang sama ) letakkan gelas – gelas pada satu garis lurus. Kemudian letakkan "mixing glass" diatas counter, lalu tuangkan bahan – bahan secukupnya, aduk dengan hati – hati, dan tuangkan ke gelas – gelas tadi.
9. Bila saudara harus menuangkan minuman yang lebih dari satu gelas ( misalnya : 4 gelas sekaligus ) maka :
Gelas pertama dengan yang keempat diisi seperempat penuh semula terlebih dahulu, kemudiaan kembali ke gelas pertama sampai dengan yang keempat diisi dengan seperempat gelas lagi kesemuanya, kembali lagi mulai dari gelas pertama, kedua, ketiga, dan keempat dan seterusnya hingga semua gelas terisi penuh dengan kepekatan rasa, warna yang sama.
10. Segeralah setelah Saudara mencampur minuman, simpan kembali ditempat semula botol minuman tadi, tidak peduli betapapun sibuknya Saudara. Hal ini akan menghemat waktu. Cuci segera "mixing glass", "shaker" dan "strainer" ( penyaring ), dan Saudara siap untuk membuat minuman campuran atau cocktail berikutnya.
11. Sesuai dengan aturan, standard resep harus diikuti. Bila Barman mempunyai tamu langganan, Barman harus melayani dan mengingat minuman apa yang menjadi kesukaan tamunya, minuman apa yang tidak disukainya, termasuk cara mempersiapkna minuman yang mereka kehendaki dan sebagainya.
Namun harus diingat, terlalu mengikuti saja resep yang diberikan oleh langganan secara pribadi, akan menyebabkan hilangnya bisnis.
12. Banyak bar – bar yang mempergunakan "Jingger" sebagai ukuran. Salah satu type control Bar modernpun memerlukan jingger sebagai untuk menghitung setiap minuman. Seorang Bartender yang belum berpengalaman waktu membuat cocktail atau minuman campuran, masih menyisakan / masih ada minuman tersisa dalam shaker walaupun gelas – gelas sudah terisi dan akhirnya akan dituangkan kedalam bak pencuci. Pemborosan ini nampaknya sepele sekali, namun bila terjadi berulangkali sepanjang hari, kehilangan pemborosan tadi cukup besar.
13. Bila dijual dengan yang tepat, minuman cocktail khususnya yang terbuat dari : Gin, Vermouth, Wine atau Fruit juice ( macam – macam sari buah ) adalah sangat menguntungkan. Pada minuman tanpa campuran dan liquor yang disajikan dalam jumlah lebih sedikit seperti pada "straight whiskey" harga yang dikenakan umumnya lebih tinggi. Karena itu penjualan minuman – minuman type seperti ini perlu digalakan.
14. Waktu menciptakan standard cocktail seperti : Martini, dan Manhattan , dipergunakan es batu. Potongan es batu yang lembut – lembut meleleh dengan cepat, mencairkan cocktail tadi dengan cepat pula.
15. Cocktail yang harus di "shake" ( dikocok dengan shaker ) harus dikocok dengan cepat dan kuat dan jangan terlalu lama, karena es batu akan meleleh dan melemahkan minuman.
16. Bila kita menyajikan minuman – minuman tanpa campuran ( straight drinks ) atau high balls, dan dihadapan tamu masih ada minuman tersisa dalam botol adalah suatu hal yang bijaksana bila kita menutup kembali botol tadi, setiap sehabis menyajikan minuman tadi. Hal ini juga dapat membantu kita untuk meneliti berapa gelas minuman yang telah kita tuangkan.
17. Jangan menyajikan minuman botol yang hampir habis (bila mungkin dapat dihindari) karena sisa minuman tadi dapat dimanfaatkan atau disimpan untuk membuat cocktail.
18. Semua gelas – gelas minuman yang akan kita pergunakan harus di lap dua kali. Pertama untuk mengeringkan gelas tadi, kedua untuk mengkilapkan. Tentu saja dengan lap yang berbeda.

2.4.      Hubungan antara Kemampuan Sosial dengan Kepuasan Pelanggan    
            Dalam industri jasa, layanan menjadi hal yang paling utama yang harus mendapatkan perhatian serius tidak hanya oleh lini terdepan operasional suatu perusahaan, tetapi juga pada tingkat menejemen. Tanggung jawab akan kualitas layanan dimulai dengan pendefisinan visi kualitas, yang merupakan pandangan masa depan perusahaan akan prinsip itu sendiri, dengan melibatkan pengertian yang utuh dari seluruh karyawan.
             Setiap perusahaan jasa menggunakan kualitas layanan sebagai alat bersaing, maka adanya integritas dan kepemimpinan yang berorientasi pada standar kualitas layanan yang tinggi, akan menjamin proses penyediaan layanan dapat berjalan seiring dengan keinginan pelanggan. Makin kompleks dan intensifnya persaingan yang dihadapi, menyebabkan banyak bisnis jasa mencari cara yang dapat menguntung guna membedakan dari yang lain. Oleh Rudel dan wisley ( 1985 ). Salah satu hal yang dapat dilakukan pada perusahaan jasa adalah selalu memperbaiki kualitas jasa layanan yang diberikan kepada para pelanggannya sehingga tidak mengherankan pada saat ini tidak sedikit perusahaan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan berusaha memperbaiki mutu pelayanan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan.

BAB III
PENUTUP

3.1.      Kesimpulan
            Kesimpulan dari karya tulis akhir ini adalah bahwa kemampuan social mempunyai peran penting dalam menciptakan kepuasan bagi pelanggan.
3.2.      Saran
            Saran berdasarkan isi karya tulis akhir ini adalah sebaiknya perusahaan meningkatkan kemampuan kemampuan social karyawan untuk menciptakan kepuasan pelanggan serta diterapkannya punishment bagi para pelanggar.


Flambe Service


1.Definisi Gueridon Service
                Gueridon service adalah layanan dimana piring datang sebagian dibuat dari dapur akan selesai di restoran oleh pelayan atau ketika makanan lengkap dimasak di tableside di restoran. Memasak dilakukan pada sebuah troli gueridon, yang merupakan troli mobile dengan tabung gas dan kompor. Pelayan memainkan bagian pengting, seperti yang diperlukan untuk fillet, mengukir, flambe dan menyiapkan makanan dengan kecakapan memainkan pertunjukan. Pelayan harus memiliki ketangkasan dan keterampilan.
                Flambe service merupakan contoh dari  Gueridon service yang mana juru masak melakukan flambe atau membuat hidangan  dengan mempertunjukkan api. Gueridon sebenarnya adalah trolley atau meja samping yang digunakan untuk pelayanan atau mempersiapkan makanan diruang makan. Gueridon dapat berupa meja diatas roda-roda kecil yang dapat didorong, terbuat dari kayu mahal dan dilengkapi oleh peralatan masak yang mewah dengan perlengkapan makan yang terbuat dari perak, atau hanya berupa meja makan biasa.
Seperti yang telah kita ketahui, pelayanan gueridon tidak lain dari memindahkan makanan dari piring saji ke piring tamu dari meja samping atau trolley, disaksikan oleh tamu yang memesan.
2.Gueridon sebagai alat bantu jual
Gueridon dapat digunakan secara efektif sebagai alat bantu jual. Penyajian makanan di gueridon dan persiapan makanan dihadapan tamu jika dilakukan dengan benar akan membantu memacu penjualan. Secara singkat gueridon dapat digunakan untuk penataan atau persiapan :
·         Hors d’oeuvres
·         Salad
·         Produk-produk bakery
·         Makanan pencuci mulut
·         Buah-buahan segar

3.Perawatan tungku gueridon
1.       Tungku harus dibongkar dan tiap bagiannya dibersihkan secara teratur
2.       Setelah bersih pasang lagi dan periksa apakah bisa menyala lagi dengan baik
3.       Tabung gas tidak boleh diganti jika api sedang menyala
4.       Periksa tabung gas, jangan ada yang bocor
5.       Pada tungku spirtus, selalu periksa sumbunya dan digunting rapih
6.       Jangan periksa persediaan spirtus jika api sedang menyala
7.       Tangki jangan diisi terlalu penuh.
8.       Bersihkan segera kalau ada spirtus yang mungkin tumpah atau menetes disekitar gueridon
9.       Staf yang belum terlatih jangan memakai tungku

4.Gueridon mise-en-place

Untuk menghindari keterlambatan atau kekacauan dalam menyiapkan makanan yang dimasak di gueridon dihadapan tamu, gueridon harus dipersiapkan secara lengkap (mise-en-place) sebelumnya.
Mise-en-place meliputi peralatan yang dipakai untuk menyiapkan makanan dan peralatan yang diperlukan untuk menyajikan, karena produk yang dihasilkan harus meyakinkan.


Pemilihan dan penyajian makanan

Ketika memilih makanan untuk disajikan atau dipersiapkan di gueridon, harap selalu diingat bahwa bahan-bahan makanan yang dipilih itu sebaiknya.
·         Segar dan terlihat menarik.
·         Tidak pudar warnanya atau mudah patah
·         Mudah disiapkan dan hanya membutuhkan waktu masak sebentar
·         Pertahankan kualitas makanan pada waktu persiapan memasak yang terbatas
·         Jangan mengeluarkan bau tidak sedap atau hal-hal yang mungkin dapat mengganggu sewaktu makanan dipersiapkan dan dimasak.

Salad

Beberapa pentunjuk penting yang perlu dipertimbangkan dalam menyiapkan salad pada area gueridon:
·         Semua bahan salad dicuci bersih di dapur dan ditiriskan sebelum dibawa ke gueridon.
·         Persiapkan bahan-bahan itu dan dipotong kecil-kecil (porsi makan)
·         Simpan dan dinginkan bahan-bahan salad dan keluarkan jika diperlukan.
·         Salad dressing dapat disiapkan di dapur atau gueridon
·         Bahan-bahan salad dan salad dressing harus dicampur di gueridon pada waktu penyajian.


Produk daging

Petunjuk-petunjuk penting dalam memilih dan menyiapkan daging untuk gueridon antara lain:
·         Pilihlah daging yang berkualitas tinggi
·         Buang semua lemak damng urat-uratnya.
·         Potong-potong agar dapat dimasak dalam waktu satu menit.
·         Simpan bahan yang telah disiapkan dalam lemari pendingin sebelum dipakai.
·         Bungkus daging untuk mempertahankan kesegaran.
·         Masak dalam waktu singkat.


Buah-buahan
Ketika menyiapkan buah-buahan untuk gueridon:
1.       Cuci dan potong buah-buahan
2.       Hati-hati dengan buah-buahan yang cepat berubah warna, setelah dikupas dan dipotong  harus segera direndam
3.       Simpan buah-buahan tadi di lemari pendingin sampai saatnya digunakan
4.       Hindari memasak buah-buahan terlalu lama sampai mudah hancur, hati-hati dengan buah beri dan buah-buahan lembek lainnya.




5.Keamanan dalam memasak di gueridon
Memasak di gueridon, terutama yang menggunkan flambee jelas berbahaya karena mencakup penggunaan api langsung dan bahan bakarnya di area makan. Karena itu perlu beberapa tindak pencegahan :
·         Pengecekan api untuk memasak dan tabung secara teratur akan membuat kesalahan dapat terdeteksi lebih dini, sebelum akhirnya membahayakan.
·         Selimut tahan api dan alat pemadam kebakaran berukuran kecil harus disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan diketahui oleh semua staf yang ada.
·         Ketika menyiapkan untuk penggunaan gueridon, letakkan trolley untuk penggunaan gueridon, letakkan trolley pada jarak aman dari meja tamu untuk menghindarkan dari  bahaya. Hal ini juga memungkinkan pelayanan dapat dilakukan disekitar meja tanpa menghalangi gerakan para pelayan.

6.Flambe Service
                Flambe adalah prosedur memasak dimana alcohol ditambahkan ke panic panas untuk membuat ledakan api. Hal ini biasanya dilakukan untuk membuat presentasi menghesankan pada titik dramatis dalam persiapan makan. Nyala api hasil dari pembakaran parsial dari alcohol yang mudah terbakar, yang dengan cepat dikonsumsi, kemudian memadamkan api (beberapa kandungan alcohol tetap).
Keamanan dan kebersihan
Pendahuluan:
Keamanan dan kebersihan sangatlah penting karena persiapan dan proses memasak dilakukan dihadapan tamu dan dapat menimbulkan resiko kecelakaan akibat panas atau api.
Kebersihan:
Sangat penting untuk meyakinkan bahwa semua peralatan masak, barang pecah belah, peralatan makan dan silverware dalam keadaan bersih. Lakukan pengecekan akhir sebelum memulai persiapan jangan menyentuh bahan makanan mentah apapun dengan tangan.
Keamanan:
The Flare Lamp Trolley Flambee harus ditempatkan dengan aman sebelum dinyalakan. Nyalakan mulai dengan api kecil, jauhkan semua barang yang mudah terbakar termasuk barang milik tamu. Petugas harus berhati-hati dengan pakaian dan jas tamu.
Setelah selesai, sebelum trolley dibawa keluar, matikan api terlebih dahulu karena api akan berbahaya jika digerak atau dipindahkan, karena itu jangan memindahkan api atau tungk dalam keadaan menyala.




Memasak
Hal-hal utama yang perlu diperhatikan sewaktu memasak di gueridon:
·         Memilih alat/bahan masak yang cocok misalnya mentega yang disaring atau minyak goring
·         Lama memasak
·         Kemampuan menciptakan cita rasa dalam waktu yang singkat.
Kebanyakan  makanan yang dimasak pada gueridon akan menimbulkan efek pada pembakaran (flambe’ work).
Memasak di meja tidak lagi memerlukan tungku yang mahal, karena sekarang tersedia gueridon yang dilengkapi table-top gas cylinder cooker.
Flambee work menggunakan spirtus (biasanya minuman keras atau liqueur) di wajan.
Prosedurnya adalah :
1.       Nyalakan tungku
2.       Tuangkan (liqueur) spirtus secukupnya diatas wajan
3.       Taruh wajan betul-betul tepat di atas nyala api.
4.       Biarkan wajan menjadi panas sementara tabung spirtus dijauhkan dari api
5.       Gerakkan wajan kea rah anda sampai spirtus menyentuh nyala api dan menyala.
6.       Setelah api menyala angkat wajan perlahan dan gerakkan dalam gerakan memutar dengan lembut sehingga api bergerak melingkari wajan .
Ketika menyalakan spirtus, berdirilah dengan tegak, jangan membungkukkan badan, jangan menundukkan kepala dan